Friday, January 25, 2013

Tugas Wawancara ISD

Tugas Wawancara (ISD) Ilmu Sosial Dasar

Topik : Bermasyarakat dan berbudaya

Dedi Dermawan
21112790
1KB03

Lokasi : Kantor Sektor V Pemadam Kebakaran Kodya Jakarta Timur



Orang yang mau di wawancara...


Hello sobat blogger...


Kali ini saya akan melakukan wawancara dengan seorang petugas pemadam kebakaran di  Sektor V Kodya Jakarta Timur yang terletak di Jalan Pemuda Raya, Jakarta Timur. Nama petugas tersebut adalah Tomi Haryanto. Berikut ini cuplikan wawancarnya :

Pewawancara : Assalamu'alaikum...

Narasumber : Wa'alaikumsalam...ada apa mas ?

Pewawancara : Boleh saya mewawancara abang gk?

Narasumber : Oh, tentu aja boleh. Mau wawancara tentang apa?

Pewawancara : Begini, saya mau wawancara tentang Berbudaya dan Bermasyarakat.

Narasumber : Berbudaya dan Bermasyarakan ?

Pewawancara : Oh...masalah itu nanti saya jelasin lagi. Sebelumnya nama abang siapa ?

Narasumber : Nama saya Tomi Hariyanto.

Pewawancara : Pekerjaan apa yang sedang abang geluti sekarang ?

Narasumber : Saya bekerja sebagai pemadam di kebakaran di Sektor V Kodya Jakarta Timur.

Pewawancara : Ngomong-ngomong mas udah punya istri ?

Narasumber : Belum, saya masih bujang.

Pewawancara : Bagaimana persyaratan untuk menjadi seorang pemadam kebakaran ?

Narasumber : Pendidikan terakhir SLTA sederajat dan usia min. 18 th dan max. 30 th.

Pewawancara : Pengalaman apa yang paling berkesan ketika menjadi seorang pemadam kebakaran ? (Suka/duka)

Narasumber : Sukanya : bisa menolong orang lain,  Dukanya : sulit untuk dijelaskan :)

Pewawancara : Ada rencana mau ganti profesi atau buat usaha lain?

Narasumber : Kayaknya belum ada mas.

Pewawancara : Pertanyaan terakhir nih bang, Bagaimana pendapat abang tentang budaya Indonesia saat ini ?

Narasumber : Menurut saya sekarang budaya Indonesia telah banyak berubah karena banyaknya pengaruh-pengaruh, contohnya pengaruh dari budaya barat.

Pewawancara : OK, sudah cukup bang. Terima kasih ya sudah mau di wawancara...

Narasumber : sama-sama...

Faktor-Faktor Penyebab Banjir Jakarta

Hello sahabat blogger...

Setiap musim hujan tiba, banjir pasti akan selalu terjadi di mana-mana, khususnya di DKI Jakarta. Menurut saya banjir yang terjadi kali ini sangat parah karena hampir seluruh wilayah jakarta tergenang bahkan sampai-sampai ada wilayah yang bisa dikatakan tenggelam (tinggi airnya aja bisa sampai 2m lebih coy). Padahal curah hujan di jakarta tidaklah separah ketika tahun 2007 dimana juga terjadi banjir besar di DKI Jakarta.

Menurut Pantauan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika), curah hujan tertinggi di Jakarta mencapai 193 mm pada hari Jumat, 18 Januari 2013.Pada tahun 2007, curah hujan bisa mencapai 340 mm dalam sehari. Walaupun demikian bukan hanya curah hujan yang menjadi faktor utama terjadinya banjir. Berikut ini beberapa pandangan saya tentang faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya banjir besar di jakarta.

1.) Drainase yang Buruk

Menurut saya inilah faktor utama yang menyebabkan terjadinya banjir di Jakarta kali ini. Lihat saja keberadaan saluran air (gorong-gorong) di DKI Jakarta yang jumlahnya kurang besar, banyak, dan efektif. Sebagai contoh di daerah pemukinan di Kel. Batu Ampar Jakarta Timur yang mungkin hanya mengandalkan kali ini untuk saluran air. Ini ada foto sebuah kali di wilayah Batu Ampar yang di ambil dari detik.com.

Kali di Batu Ampar


2.) Keadaan Waduk di DKI Jakarta ?

Coba anda tengok negara Singapura, Bagaimana keadaan waduk di sana ? Pasti lebih baik dari pada di Jakarta. Berikut ini sebuah perbandingannya :

Di Singapura (waduk di sini di jadikan sebuah tempat konservatif)


 Di Jakarta (waduk di sini di jadikan permukiman *SENSOR*)



 3.) Air Kiriman dari dataran yang lebih tinggi

Dari tahun ke tahun pembangunan di daerah Bogor terus meningkat. Baik itu pembangunan perumahan, villa, dll. Mungkin dampak banjir di sana ketika musim penghujan tidak akan terasa. Hal ini di sebabkan karena air selalu mengalir dari daerah yang tinggi ke daerah yang lebih rendah (mungkin orang Jakarta bilang Air kiriman dari Bogor). Jika terjadi hujan lebat di Bogor pasti Jakarta akan terkena imbasnya. Oleh karena itu curah hujan di jakarta belum tentu menjadi acuan untuk meramalkan terjadinya bajir di jakarta. Walaupun tidak terjadi banjir di Bogor, akan tetapi hujan lebat di sana bisa menyebabkan longsor. Memang sudah resiko untuk keadaan geografis di dataran tinggi.

Longsor di Kawasan Pucak, Bogor


Bendungan Katulampa Ketika Siaga IV


Sekian dari informasi yang saya sampaikan...




newer posts home